DPRD Kritik Pembelian Motor Listrik Rp6,3 Miliar untuk Pengawalan Gubernur, Kadishub DKI Jakarta Buka Suara

DPRD Kritik Pembelian Motor Listrik Rp6,3 Miliar untuk Pengawalan Gubernur, Kadishub DKI Jakarta Buka Suara

Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo-ilustrasi-Berbagai sumber

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - DPRD DKI Jakarta mempertanyakan urgensi dari rencana pembelian lima unit sepeda motor listrik dengan model motor gede (moge) oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. 

Anggaran sebesar Rp6,3 miliar telah dialokasikan untuk pembelian tersebut, yang direncanakan akan dipakai untuk pengawalan gubernur terpilih.

Pertanyaan tersebut muncul mengingat penggunaan motor listrik yang sesuai dengan regulasi, seperti Peraturan Presiden 55/2019 dan Instruksi Presiden 7/2022. 

BACA JUGA:Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Stok Beras, Telur hingga Cabai Terpantau Stabil

BACA JUGA:Menjadi Saksi di Sidang Lanjutan Perceraian Ria Ricis, Oki Setana Dewi dan Shindy Putri Irit Bicara

Namun, DPRD menyoroti kebutuhan mendesak akan penggunaan motor listrik tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memberikan tanggapan terhadap kritik tersebut dengan menjelaskan bahwa penggunaan motor listrik untuk pengawalan gubernur terpilih memiliki alasan yang kuat. 

"Mobilitas pak Gubenur sangat tinggi. Contohnya hari ini, beliau dari sini ada kegiatan lanjutan," katanya kepada wartawan, Selasa 26 Maret 2024.

Lebih lanjut, Liputo menekankan pentingnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadi contoh dalam upaya menekan polusi udara. 

BACA JUGA:KPK Lelang Gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC) Milik Eks Rektor Unila Karomani

BACA JUGA:Jelang Mudik Lebaran, Bisnis Rental Mobil Banjir Orderan, Cuan Melimpah!

"Targetnya kan kemacetan, polusi udara itu menjadi domain kami dan kami memberikan sosialisasi juga ke masyarakat, ini prioritas kita," tambahnya.

"Jadi tidak hanya mendorong ganti, tapi kami sudah mulai. Ayo sama-sama kita mulai demi kualitas udara Jakarta lebih baik," tambahnya.

Meski demikian, keputusan untuk mengalokasikan anggaran sebesar itu tetap menjadi sorotan DPRD DKI Jakarta, yang menegaskan perlunya evaluasi lebih lanjut mengenai kebutuhan dan manfaat dari pembelian motor listrik tersebut untuk kepentingan pengawalan. (Fajar Ilman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: