Kasus Demam Berdarah di Indonesia Hingga Juli 2023 , Tembus di Angka 35.694 kasus, Waspada Genangan Air Hujan Sarang Jentik

Kasus Demam Berdarah di Indonesia Hingga Juli 2023 , Tembus di Angka  35.694 kasus, Waspada Genangan Air Hujan Sarang Jentik

JAKARTA,RADARPENA.FIN.CO.ID - Demam Berdarah Dengeu  (DBD) adalah penyakit yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti betina. Penyakit ini tergolong berbahaya karena jika terlambat diberi penanganan bisa menimbulkan akibat yang fatal.

Penyakit DBD tidak pandang bulu, siapapun dia, orang kaya, orang miskin, anak-anak, dewasa, usia lanjut bisa terkena penyakit ini. Demam Berdarah Dengeu (DBD), memiliki ciri khas yang dapat dikenali dengan mudah, yakni adanya bintik merah (ruam)di sekujur tubuh.

Ciri lainnya adalah terjadi di area tubuh seperti bagian belakang mata, daerah perut, otot punggung, sendi atau tulang. Seluruh tubuh demam dan kehilangan nafsu makan.Badan terasa lelah atau panas dingin. Bisa mual dan muntah, sakit kepala atau tenggorokan dan pendarahan

Di Indonesia dewasa ini, kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) terus meningkat, dan korban jiwa juga bertambah. 

BACA JUGA:

Dikutip dari laman dpr.go.id yang menjelaskan soal DBD dari data Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI pada bulan Juli, atau sekira 3 bulan sebelum artikel ini dibuat angka kasus DBD pada tahun 2023  juga meningkat disejumlah daerah.

Sampai bulan Juli jumlah kasus DBD di Indonesia sudah mencapai 35.694 kasus. Provinsi Jawa Barat menempati angka paling tinggi dengan jumlah Kasus 6000 kasus.

Setelah Provinsi Bali dengan 3.400 kasus kemudian Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB)

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui ketuanya Puan Maharani mengingatkan Pemerintah untuk  merespon cepat upaya pencegahan peningkatan kasus DBD.

Mengungkit dan mengangkat peningkatan kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) terasa sangat penting. Pasalnya Wilayah Indonesia berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan mulai memasuki musim hujan.

BACA JUGA:

Kemunculan hujan yang sudah mulai terjadi diseluruh wilayah Indonesia selain berdampak positif juga memiliki efek negatif jika tidak dilakukan antisipasi sedini mungkin. 

Efek negatif dari musim hujan adalah bisa berupa banjir tanah longsor dan kaitannya dengan Demam Berdarah Dengeu (DBD) adalah jentik nyamuk yang menjadi penyebabnya 

Seperti halnya jentik nyamuk pembawa DBD suka berkembang biak di genangan air baik disiring-siring-siring maupun di barang-barang bekas seperti kaleng-kaleng kosong, ember-ember bekas dan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: