Bertemu PM Singapura, Presiden Jokowi Ingin Ekspor Listrik ke Singapura Segera Direalisasikan

Bertemu PM Singapura, Presiden Jokowi Ingin Ekspor Listrik ke Singapura Segera Direalisasikan

Presiden Jokowi dan PM Singapura membahas ekspor listrik di Istana Bogor, Jakarta Barat.-Foto: Instagram.com/@jokowi-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long bertemu di Istana Bogor, Jawa Barat dan membahas mengenai rencana ekspor listrik. Menurutnya rencana perdagangan listrik lintas batas antara Indonesia dan Singapura bakal didorong oleh kedua pemimpin negara.

Terlihat Lee Hsien Loong tiba di Istana Bogor pada pukul 10.05 WIB. Nampak Presiden Jokowi yang mengenakan batik berwarna cokelat muda dan jajaran menteri menyambut mereka.

Kemudian Jokowi mempersilakan Lee Hsien Loong untuk masuk ke dalam istana. Keduanya pun saling berjabat tangan. Jokowi kemudian meminta Lee Hsien Loong untuk mengisi buku tamu.

Jokowi mengajak Lee Hsien Loong menuju ke salah satu sudut istana. Ada meja bundar dan 4 kursi. Setelah menyapa wartawan, Jokowi dan Lee Hsien Loong duduk di kursi.

BACA JUGA:

Setelah itu Presiden Jokowi mulai membahas, kegiatan ekspor listrik ke Singapura merupakan wujud untuk pengembangan industri hijau nasional. Hal ini karena sumber listrik yang dijual ke Singapura berasal dari pembangkit listrik tenaga surya alias PLTS.  

"Rencana ekspor listrik ke Singapura terus didorong, termasuk investasi industri hijau pendukung," ujar Jokowi dalam pernyataannya yang seusai melaksanakan pertemuan bilateral.  

Pada kesempatan yang sama, PM Singapura Lee Hsien Loong berharap Indonesia menjadi penggerak ekonomi hijau bagi Negeri Singa ke depannya.

Selain perkara jual-beli listrik bersih, Lee juga mendorong negeranya untuk menjajaki kegiatan eksplorasi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture storage (CCS).

"Kami berharap Indonesia akan menjadi penggerak ekonomi hijau di wilayah kami. Secara bilateral, kami sedang membuat kemajuan baik dalam memfasilitasi pelatihan mekanisme listrik lintas batas dan mengeksplorasi penyimpanan karbon," ungkap PM Singapura Lee Hsien Long.  

Sebelumnya Indonesia dan Singapura telah menandatangani kerja sama terkait ekspor setrum surya ke Singapura. Rencana ini menjadi bagian dari nota kesepahaman yang diteken oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Menteri Ketenagakerjaan sekaligus Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng di Kantor Kementerian ESDM pada 8 September tahun lalu.

Rencananya Indonesia akan mengekspor empat gigawatt (GW) setrum dari pembangkit energi terbarukan di Kepulauan Riau ke Singapura pada 2027 hingga 2035.

Adapun Singapura akan lebih dulu melaksanakan uji coba untuk penyesuaian teknis dan peraturan mengenai perdagangan listrik lintas negara.

Pada tahap itu, Singapura berencana mengimpor listrik 100 megawatt (MW) non-intermittent dari PLTS Pulau Bulan yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: