Fenomena Latah, Apakah Bisa Disembuhkan?
Fenomena menular yang mengundang tawa, sekaligus membingungkan para ilmuwan--Foto: freepik
JAKARTA, RADARPENA.DISWAY.ID - Latah, sebuah fenomena unik yang seringkali mengundang tawa dan hiburan. Namun, di balik tawa tersebut, terdapat misteri yang masih belum terpecahkan. Para ilmuwan terus berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi pada orang yang Latah.
Seringkali kita menjumpai orang yang menunjukkan reaksi luar biasa saat kaget, dan fenomena ini dikenal sebagai gangguan latah.
Individu yang mengalami gangguan ini cenderung merespons kekagetan dengan gerakan tubuh khusus atau mengucapkan kata-kata spontan. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan latah dan apakah kondisi ini dapat disembuhkan? Temukan jawabannya di artikel ini.
Latah, atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai jumping frenchmen of maine, merupakan kelainan langka yang dicirikan oleh reaksi terkejut yang ekstrem.
BACA JUGA:
- Waspada! Ini 6 Makanan Tinggi Purin Penyebab Asam Urat
- Kenali Penyebab Gigi Berlubang dan Bagaimana Cara Mengatasinya
Istilah ini pertama kali muncul pada akhir abad ke-19 di Maine, Amerika Serikat, dan Quebec, Kanada, terutama di antara populasi penebang pohon keturunan Kanada-Prancis yang terisolasi.
Orang yang mengalami latah akan menunjukkan reaksi yang tidak terduga ketika menghadapi situasi yang mengejutkan. Reaksi ini dapat bervariasi mulai dari pengulangan kata-kata tertentu, melompat, menjerit, memukul, hingga melempar benda.
Reaksi ini terjadi secara cepat, alami, dan tanpa perencanaan terlebih dahulu terhadap stimulus yang menyebabkannya, seperti suara keras atau penampakan tiba-tiba yang mengejutkan.
Beberapa tipe latah muncul sesuai dengan gejalanya:
1. Ekolalia
Pengulangan kata atau frasa tertentu yang tidak disengaja.
BACA JUGA:
- Catat Penyebabnya! Mengapa Penderita Batu Ginjal Harus Membatasi Makanan Jenis Ini
- Cegah Bau Mulut Saat Puasa: Penyebab dan Tips Jitu Mengatasinya
2. Ekopraksia
Meniru gerakan tubuh tertentu secara berulang dan tidak disengaja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: