Tradisi Puasa di Berbagai Agama: Mulai dari Islam hingga Jainisme, Simak Makna dan Caranya

Tradisi Puasa di Berbagai Agama: Mulai dari Islam hingga Jainisme, Simak Makna dan Caranya

Ilustrasi buka puasa bersama-Freepik-

Di kalangan umat Katolik, ada tradisi berpuasa menjelang Paskah, yang berlangsung selama 40 hari, dimulai dari Rabu Abu hingga Jumat Agung. Selama puasa ini, umat berusia 18 tahun ke atas hanya diperbolehkan makan sekali sehari.

Kristen Ortodoks Yunani mengenal puasa yang lebih panjang, yaitu selama 180-200 hari dalam setahun. Mereka menghindari makanan seperti daging, susu, dan telur, tetapi masih mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran, buah, biji-bijian, dan ikan.

3. Buddha

Dalam agama Buddha, puasa dikenal dengan nama Uposatha. Puasa ini sering dilakukan oleh biksu Buddha sebagai bagian dari meditasi mereka.

Selama berpuasa, para biksu hanya mengonsumsi makanan nabati dan menghindari daging serta produk susu. Selain itu, mereka juga tidak diperkenankan mengonsumsi sayuran dengan bau tajam seperti bawang putih atau bawang bombay. Puasa ini diyakini sebagai penguatan disiplin diri dan untuk mencapai kedamaian batin.

BACA JUGA:6 Tradisi Buka Puasa Ramadhan di Indonesia: Meriahkan Bulan Suci dengan Kebersamaan!

BACA JUGA:Jangan Sampai Lemas! Ini Cara Minum Air yang Bikin Puasa Lancar dan Sehat

4. Hindu

Agama Hindu mengenal tradisi puasa yang disebut Upawasa. Ada berbagai jenis puasa dalam agama ini, baik yang wajib maupun yang tidak.

Salah satu puasa yang diwajibkan adalah Upawasa Siwaratri, di mana umat Hindu tidak makan atau minum sejak matahari terbit hingga terbenam.

Selain itu, ada juga puasa Nyepi, yang dilakukan pada Hari Raya Nyepi, dengan pantangan tidak makan dan minum dari fajar hingga pagi esoknya. Puasa ini bertujuan untuk melakukan introspeksi dan menjaga keharmonisan batin.

5. Jainisme

Penganut agama Jainisme juga melakukan puasa dengan prinsip dasar tidak menyakiti makhluk hidup, termasuk hewan.

BACA JUGA:Kapan Anak Harus Mulai Berpuasa? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

BACA JUGA:5 Tips Jitu Traveling Seru di Bulan Ramadan, Puasa Tetap Lancar!

Mereka mengikuti prinsip puasa nabati, yang berarti hanya mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan dan tidak mengonsumsi produk hewani.

Salah satu prinsip utama Jainisme adalah pengendalian diri yang ketat dan menjaga keseimbangan antara tubuh dan jiwa. Puasa dalam agama ini juga bertujuan untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan mengurangi karma negatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: