Serangga dan Ulat Sagu Jadi Sumber Protein Makan Bergizi Gratis, BPOM Segera Uji Kelayakan dan Keamanan

ulat sagu--bknpdiperjuangan.id
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) mencanangkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memasukkan serangga seperti belalang dan ulat sagu sebagai salah satu sumber protein alternatif.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama di daerah yang memiliki tradisi mengonsumsi serangga sebagai bagian dari pola makan lokal.
Ketua Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana , menyatakan bahwa serangga seperti belalang, ulat sagu, dan jangkrik memiliki kandungan protein tinggi yang bisa menjadi alternatif sumber gizi bagi masyarakat.
“Serangga adalah sumber protein berkualitas tinggi dan sudah dikonsumsi di beberapa daerah Indonesia. Program Makan Bergizi Gratis akan menyesuaikan dengan potensi pangan lokal yang ada,” ujar Dadan dalam konferensi pers belum lama ini.
BACA JUGA:Kepala BGN: Serangga Belalang Bisa Jadi Sumber Protein Program Makan Bergizi Gratis
Menanggapi rencana ini, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dr. Taruna Ikrar menyatakan siap memfasilitasi pengawasan dan memastikan keamanan pangan dari konsumsi serangga.
"Insect adalah bagian produk yang berasal dari protein hewani. Nah, kalau selama insect tadi atau serangga tadi tidak mengandung zat-zat yang berbahaya, tidak mengandung berbagai macam hal yang bisa membahayakan kesehatan tentu kan tidak dilarang," ujar dr. Taruna Ikrar ditemui di kantor BPOM, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat 31 Januari 2025.
"Jadi dengan demikian, Badan POM secara prinsip akan memfasilitasi kalau makanan dari berbagai sumber tadi mau disajikan," tambahnya.
BPOM berkomitmen untuk bekerja sama dengan BGN dalam melakukan kajian, uji keamanan, serta menetapkan standar konsumsi serangga di Indonesia.
"Kami akan memastikan bahwa serangga yang dikonsumsi dalam program ini telah melalui proses yang higienis dan aman untuk dikonsumsi," pungkas dr. Taruna Ikrar.(hasyim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: