60 Pegawai Keracunan Massal di Kantor Induk TikTok Singapura, Apa Penyebabnya?

Kamis 01-08-2024,12:26 WIB
Reporter : Marta Saras
Editor : Marta Saras

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Insiden keracunan makanan massal yang terjadi di One Raffles Quay, kantor induk perusahaan TikTok, ByteDance Singapura, pada Selasa, 30 Juli 2024 ini mengakibatkan 57 dari total 60 korban perlu mendapatkan perawatan medis di rumah sakit terdekat. 

The Straits Times melaporkan, Rabu 31 Juli, pegawai TikTok Singapura yang keracunan mengalami gejala sakit perut dan muntah.

Pasukan Pertahanan Sipil Singapura, ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan kendaraan dekontaminasi massal merapat ke kantor Tiktok setelah mendapat laporan adanya kejadian tersebut.

Penanganan cepat dilakukan bagi mereka yang terdampak dengan pemeriksaan paramedis di kantor tersebut yang bertempat di distrik bisnis Singapura.

Pasalnya, Singapura dikenal memiliki standar kebersihan makanan yang tinggi. Di seluruh negeri, Badan Pangan Singapura (SFA) ketat mengawasi kebersihan dan keamanan makanan. Restoran, katering, dan penyedia makanan lainnya harus mematuhi peraturan ketat tentang penyimpanan, penanganan, dan penyajian makanan.

BACA JUGA:

Untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan ini, inspeksi rutin dilakukan, sehingga pelanggaran dapat mengakibatkan denda berat atau penutupan bisnis.

"Kami sedang menyelidiki masalah ini dan bekerja sama dengan pihak berwenang terkait," kata juru bicara ByteDance, perusahaan induk Tiktok, pada Rabu, 31 Juli 2024.

Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) sebelumnya mengatakan menerima beberapa panggilan untuk bantuan medis di One Raffles Quay sekitar pukul 3.15 sore. Sebanyak 17 ambulans dikerahkan ke lokasi insiden keracunan makanan tersebut.

SCDF mengatakan orang-orang yang terkena dampak mengalami gejala sakit perut dan muntah, dan dibawa ke rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Umum Singapura, Rumah Sakit Tan Tock Seng, dan Rumah Sakit Raffles.

Mereka sebelumnya mengonsumsi makanan dari sumber yang sama, tambah SCDF. SCDF mendirikan pos pertolongan pertama di One Raffles Quay dan menilai individu lain yang mengalami gejala yang sama.

Semua personel SCDF dan kendaraan darurat telah kembali ke stasiun pemadam kebakaran dan posko kebakaran masing-masing.

BACA JUGA:

Seorang juru bicara ByteDance mengatakan dalam menanggapi pertanyaan The Straits Times: "Kami menganggap kesehatan dan keselamatan karyawan kami dengan sangat serius dan telah mengambil langkah-langkah segera untuk mendukung semua karyawan yang terkena dampak, termasuk bekerja sama dengan layanan darurat untuk memberikan perawatan.

"Kami sedang menyelidiki masalah ini dan bekerja sama dengan otoritas terkait dalam hal ini."

Kategori :