Kutip Pendiri NU, Cak Imin: Pemerintah Abai Terhadap Nasib Petani dan Nelayan!

Kutip Pendiri NU, Cak Imin: Pemerintah Abai Terhadap Nasib Petani dan Nelayan!

Foto: Cak Imin--

JAKARTA. RADARPENA.CO.IDKomisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat kandidat Pilpres 2024 yang keempat di Jakarta Convention Center (JCC) pada Minggu malam (21/1).

Kali ini para calon wakil presiden yang terdiri dari Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka dan Mahfud MD akan kembali beradu gagasan setelah debat cawapres terakhir pada 22 Desember 2023 lalu.

Tema yang dibahas berkisar seputar pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa.

Dalam debat tersebut, calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengutip pernyataan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Asy'ari terkait peran petani dalam Debat Cawapres Pilpres 2024.

BACA JUGA:

Cak Imin menggunakan pernyataan itu untuk mengkritik keberpihakan pemerintah.

"Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari, petani adalah penolong negeri, tetapi hari ini kita menyaksikan negara dan pemerintah abai terhadap nasib petani dan nelayan kita," kata Cak Imin dalam Debat Cawapres Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (21/1).

Ia juga mengutip Badan Pusat Statisti (BPS) tentang data petani 10 tahun terakhir. Dia menyebut ada 3 juta orang petani rumah tangga.

Cak Imin menyebut 16 juta rumah tangga petani hanya punya lahan setengah hektare. Di saat yang sama, ia menyindir ada orang yang punya 500 ribu hektare.

Ketua Umum PKB itu juga mengkritik kebijakan lumbung pangan pemerintah. Cawapres nomor urut 1 tersebut menyentil program yang ditangani Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu.

"Di sisi lain, kita sangat prihatin upaya pengadaan pangan nasional lewat food estate. Terbukti mengabaikan petani kita, meninggalkan masyarakat adat kita, menghasilkan konflik agraria, dan merusak lingkungan kita. Ini harus dihentikan," ujarnya.

Sementara itu, debat ini dipandu oleh dua moderator perempuan, yakni Jurnalis SCTV Retno Pinasti dan Jurnalis Metro TV Zilvia Iskandar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: