Banjir di Komplek Tamansari Puri Bali Depok, Proses AMDAL Perumahan Yukari Dipertanyakan

Banjir di Komplek Tamansari Puri Bali Depok, Proses AMDAL Perumahan Yukari Dipertanyakan

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Musim penghujan di awal Desember 2023 ini menjadi musim penghujan yang menimbulkan banjir di perumahan Tamansari Puri Bali, kelurahan Curug, kecamatan Bojongsari, kota Depok.

Banjir setinggi lutut orang dewasa ini terjadi pada saat hujan lebat Rabu sore, 6 Desember 2023. Banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, disinyalir akibat adanya pembangunan perumahan Yukari yang sedang dibangun oleh PT Tact Home (PT THI).

Pembangunan perumahan Yukari diduga tidak melalui prosedur yang seharusnya dan perizinan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Perumahan Yukari yang dibangun oleh PT THI tidak sesuai dengan prosedur, setelah pembangunan perumahan dilakukan Juni/Juli 2023

BACA JUGA:

Tidak adanya pelibatan warga sekitar pada saat awal pembangunan perumahan Yukari menimbulkan pertanyaan dari warga, bagaimana mungkin izin lingkungan dan AMDAL bisa terbit tanpa melibatkan warga terdampak.

Ketua RW11 Curug, Subchi Subekti menjelaskan, awal mulanya banjir yang kian tak terkendali di Tamansari Puri Bali. Terindikasi karena perizinan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) Perumahan Yukari yang dibangun oleh PT THI tidak sesuai dengan prosedur, setelah pembangunan perumahan dilakukan Juni/Juli 2023.

“Karena kami tidak dilibatkan dalam penyusunan Amdal. Tiba-tiba Amdal tersebut muncul begitu saja,” terang Subekti, Senin 4 Desember 2023.

Padahal, sambungnya, masyarakat yang terdampak langsung dari pembangunan tersebut terdiri dari tiga RW. Yakni RW4, RW11, dan RW12. Tetapi, hanya RW4 saja yang dilibatkan dalam penyusunan Amdal. Sedangkan, RW11 dan RW12 tidak dilibatkan.

Seharusnya, pembangunan yang berlangsung mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021, di mana masyarakat yang terdampak langsung harus dilibatkan.

Tetapi masyarakat menilai pihak pengembang hanya melibatkan RW4 saja, padahal RW11 dan RW12 juga terdampak dari pembangunan.

“Terbukti sekarang ini banjirnya itu semakin parah. Semakin dalam. Yang dulunya genangan air hanya mencapai semata kaki, kini bisa mencapai selutut orang dewasa jika intensitas hujan tinggi,” terang Subekti.

Karena, sambung dia, sungai yang melintasi Tamansari Puri Bali sudah tidak menampung debit air yang ada, ditambah dengan debit air pembangunan Perumahan Yukari yang mengalir langsung ke sungai.

Sebelumnya, saat mediasi dilakukan bersama pihak pengembang telah diputuskan, bahwa aktivitas pembangunan dihentikan untuk sementara waktu, sebelum adanya kesepakatan dari kedua belah pihak antara warga RW11 dan RW12 dengan pihak pengembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: