Jelang Nataru, Perindo Ingatkan Pemerintah Siapkan Strategi Penangan Harga Pangan

Jelang Nataru, Perindo Ingatkan Pemerintah Siapkan Strategi Penangan Harga Pangan

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Menjelang Natal dan Tahun Baru sudah bukan fenomena asing lagi jika ditemui kenaikan harga bahan pangan.

Namun, di tahun 2023 ini tampaknya dibutuhkan pengecualian kembali.

Mengingat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dari efek pandemi, dan juga adanya boikot produk Israel dan afiliasinya yang pasti akan berdampak pula pada daya beli masyarakat.

Harga sejumlah komoditas pangan terpantau menanjak naik sejak awal tahun 2023. Berdasarkan data Jumat 3 November 2023, Panel Harga Badan Pangan menunjukkan, harga beras sampai cabai rawit masih bergerak naik di sebagian besar wilayah Indonesia.

Terpantau, indikator harga menunjukkan warna merah di berbagai daerah (data pukul 08.07 WIB). Yaitu untuk harga beras medium, beras premium, cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan gula konsumsi.

Sementara itu, Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, harga sejumlah bahan pangan sudah melonjak lebih 10% sejak awal tahun 2023. Data diakses pukul 8.20 WIB.

BACA JUGA:

Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan menyoroti kenaikan harga berbagai komoditas pangan. Menurutnya, kenaikan harga bahan pangan sangat berdampak ke rakyat kecil yang daya belinya rendah.

"Kami optimistis Pemerintah dapat mengendalikan harga dan tidak akan membiarkan rakyat sengsara. Tapi Pemerintah juga harus kerja keras membuktikan kesanggupannya untuk turunkan harga. Jangan sampai di lapangan harga terus bergerak naik tak terkendali," ujar Yerry kepada wartawan, Senin 20 November 2023. 

Berdasarkan data Litbang Partai Perindo yang dikutip dari Bapanas, kenaikan harga terjadi pada beras premium 2,7, beras medium naik 0,99, bawang putih naik 4,43, telur ayam ras naik 3,67, minyak goreng kemasan naik 4,84, dan tepung terigu naik 4,44.

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti, Yerry menjelaskan permintaan barang diprediksi meningkat. 

Jika tidak diantisipasi, hal tersebut akan berpotensi melambungkan harga komoditas pangan.

BACA JUGA:

"Jadi kami minta Pemerintah tanggap dan segera mencarikan jalan keluar sebelum lonjakan harga makin menggila di libur Nataru," papar Yerry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: