Kurang Informasi dan Sosialisasi, Denpasar dan Buleleng Tolak Penyebaran Nyamuk Wolbachia

Kurang Informasi dan Sosialisasi, Denpasar dan Buleleng Tolak Penyebaran Nyamuk Wolbachia

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Upaya penanggulangan Demam Berdarah Dengeu (DBD) dengan cara menyebarkan nyamuk Wolbhacia di Denpasar dan Buleleng Bali ditunda. Hal ini karena adanya penolakan di masyarakat Bali sendiri, padahal sudah disiapkan jutaan telur nyamuk Wolbhacia.

Pada awalnya rencana penyebaran wolbachia di daerah Denpasar dan Buleleng Bali ini akan menjadi area pilot project penyebaran nyamuk Wolbachia,tetapi karena adanya penolakan tersebut dikabarkan ditunda.

"Penundaan lebih kepada kurang optimalnya penyiapan masyarakat, sehingga ada pihak yang merasa belum mendapatkan informasi yang sebenarnya," terang Nadia 

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Lebih lanjut Siti Nadia Tarmizi mengakui ada penundaan terhadap penyebaran jutaan nyamuk wolbachia di Bali. Ini dikarenakan ada pihak-pihak yang belum mendapatkan informasi secara jelas terkait manfaat inovasi wolbachia.

BACA JUGA:

Akar persoalan penundaan penyebaran Wolbachia yang ramai di masyarakat bukan terkait tekhnologinya, melainkan lebih kepada soal informasi dan kesiapan masyarakat.

"Memang ada sekelompok orang yang mengatasnamakan masyarakat yang cinta Bali bersikeras menunda sebelum semua pihak mendapatkan informasi dan kesiapan yang memadai. Awalnya, bukan kepada persoalan teknologinya yang telah terbukti efektif dan aman," lanjutnya.

Ingin Proses Penyebaran Wolbachia Dilakukan Kemenkes

Penyebaran nyamuk Wolbachia di tunda di Bali dikarenakan adanya ketakutan masyarakat akan dampak buruk dimasa yang akan datang dengan nyamuk Walbochia,walaupun belum ada penelitian soal dampak yang di khawatirkan itu.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, pihaknya sebenarnya belum ada langkah untuk melaksanakan penyebaran telur nyamuk wolbachia sebelum mendapatkan keputusan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Pemerintah Kota Denpasar sempat melaksanakan pertemuan terkait wolbachia dengan pihak Kementerian Kesehatan, tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pihak ketiga.

"Memang harapan dari banyak masyarakat ditunda dulu penyebarannya, bukan kami," kata Jaya Negara dalam keterangan pada Senin (13/11/2023).

Pemkot Denpasar akan melaksanakan penyebaran telur nyamuk ber-wolbachia apabila dalam prosesnya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI.

"Apabila Kementerian Kesehatan yang nanti melaksanakan dan tidak pihak ketiga, baru kami akan berani melakukan penyebaran itu," sambung Jaya Negara.

Walaupun mengalami penolakan di Denpasar dan Buleleng tetapi penyebaran nyamuk Wolbachia tetap dilaksanakan di daerah lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: