2. Rencana pemekaran wilayah
Dengan jumlah penduduk terbanyak dibanding provinsi lain di Indonesia, 46,092,205 penduduk, Ridwan kamil menyampaikan bahwa Jawa Barat mengalami ketimpangan wilayah kota/kabupaten yaitu hanya ada 27, dibandingkan misalnya dengan Jawa Tengah dengan populasi 36,896,752 penduduk memiliki 35 Kota/Kabupaten.
Semenjak resmi bertugas, Ridwan mengusulkan pemekaran wilayah Jawa Barat agar kucuran uang dari pemerintah pusat menjadi lebih proporsional dengan jumlah penduduknya.
Beliau memberikan implikasi paling mudah yang ditemui dilapangan adalah lamanya proses pengurusan KTP, pelayanan administratif, dan infrastruktur di kota/kabupaten yang terlalu luas.
Total sampai 2023, tercatat sudah ada 8 DOB (Daerah Otonomi Baru) yang diusulkannya pada rapat paripurna dan sedang diusulkan ke Pemerintah Pusat, yakni: Kabupaten Bogor Barat, Kabupaten Sukabumi Utara, Kabupaten Garut Selatan, Kabupaten Bogor Timur, Kabupaten Indramayu Barat, Kabupaten Cianjur Selatan, Kabupaten Tasikmalaya Selatan, dan Kabupaten Garut Utara.
Rencana Ridwan ini masih terhambat oleh moratorium yang dilakukan pemerintah pusat.
3. Penanganan COVID-19
Dalam rangka penanganan COVID-19, Ridwan mengalihkan Rp 140 miliar dari anggaran pembangunan demi menanggulangi pandemi ini di provinsinya.
Bersama 1.620 warga, Ridwan mengikuti uji coba tahap ke-3 vaksin Sinovac buatan China untuk meyakinkan masyarakat akan vaksin tersebut.
Dan untuk saat ini sebagai Kurator dari Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Ridwan Kamil memaparkan tentang konsep pembangunan kota yang tetap mempertahankan ekosistem hutan (forest city) di IKN.
Hal ini ia sampaikan ketika memberikan kuliah umum untuk mahasiswa National University of Singapore (NUS).
Ridwan Kamil, dalam siaran resminya yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, menjelaskan kepada para mahasiswa NUS di Singapura, Senin, konsep forest city dikedepankan dalam pembangunan IKN demi menjaga hutan tropis di Kalimantan yang saat ini menjadi “paru-paru” dunia.