Selain Munggahan, Ini 9 Tradisi Unik Menyambut Ramadhan di Indonesia yang Sarat Makna

Tradisi cucurak dalam menyambut Ramadhan --Foto: bogor-kita.com
Tradisi ini melambangkan kesiapan lahir dan batin dalam menjalani ibadah puasa. Selain itu, Padusan juga menjadi ajang refleksi diri agar memasuki bulan suci dengan hati yang lebih bersih dan ikhlas.
4. Meugang (Aceh)
Masyarakat Aceh menyambut Ramadan dengan Meugang, yaitu memasak dan menyantap daging bersama keluarga besar.
Tradisi ini biasanya dilakukan sehari sebelum Ramadhan, Idulfitri, dan Iduladha. Meugang melambangkan kemakmuran dan kebersamaan, di mana setiap keluarga berusaha menyajikan hidangan terbaik sebagai bentuk syukur atas rezeki yang diperoleh.
BACA JUGA:
- 15 Ide Menu Sahur Praktis dan Sehat: Energi Sepanjang Hari saat Puasa Ramadhan
- 15 Ide Jualan Takjil Ramadhan Paling Laris: Peluang Bisnis Menggiurkan di Bulan Penuh Berkah
5. Megibung (Bali)
Di Kabupaten Karangasem, Bali, umat Muslim menjalankan tradisi Megibung, yakni makan bersama dalam satu wadah besar yang disebut gibungan.
Tradisi ini mengajarkan nilai gotong-royong dan kebersamaan, di mana setiap orang berbagi makanan tanpa membedakan status sosial.
Megibung juga menjadi momen mempererat hubungan antaranggota komunitas Muslim di Bali.
6. Mattunu Solong (Sulawesi Barat)
Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, masyarakat menyambut Ramadan dengan menyalakan pelita dari buah kemiri yang dililit kapuk.
Pelita ini ditempatkan di depan rumah sebagai simbol harapan dan keberkahan. Tradisi ini melambangkan penerangan hati dan jiwa dalam menjalankan ibadah puasa.
7. Malamang (Sumatra Barat)
Di Ranah Minang, Ramadhan disambut dengan tradisi Malamang, yaitu memasak lemang secara gotong-royong. Malamang juga sering diadakan menjelang hari-hari besar Islam lainnya.
Lemang, makanan berbahan dasar beras ketan yang dimasak dalam bambu dengan santan, menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam masyarakat Minangkabau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: kemenparekraf.go.id