5 Alasan Mengapa Seseorang Bisa Sangat Boros

5 Alasan Mengapa Seseorang Bisa Sangat Boros

5 penyebab seseorang menjadi pemboros--

Radarpena.co.id, Jakarta - Pernah merasa dompet cepat kosong padahal gajian baru lewat seminggu? Atau mendadak kaget melihat saldo rekening seperti menguap begitu saja? Tenang, kamu tidak sendiri! Kebiasaan boros ternyata bukan hanya soal hobi belanja atau impulsif, lho.

Menurut ilmu psikologi, ada alasan mendalam yang buat seseorang sulit menahan diri untuk mengeluarkan uang. Nah, penasaran apa saja faktor-faktor yang bisa memengaruhi keuanganmu jadi amburadul? Yuk, simak 5 alasan psikologis di balik perilaku boros ini, siapa tahu relate sama kamu!

 

1. Efek Emosional, Belanja Sebagai Pelarian

Ketika merasa stres, bosan, atau bahkan bahagia berlebihan, banyak orang menggunakan belanja sebagai cara melampiaskan emosi. Istilah populernya retail therapy! Penelitian menunjukkan, membeli sesuatu bisa memberikan rasa kontrol atau kebahagiaan sementara. Tapi hati-hati, efeknya sering hanya sesaat, sementara tagihan kartu kreditnya permanen!

2. Godaan Diskon dan Marketing yang Menggiurkan

Siapa yang tidak tergoda dengan tulisan “50% OFF” atau “Beli 1 Gratis 1”? Strategi pemasaran dirancang untuk membuat kita berpikir ini kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Faktanya, sering kali kita malah membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Jadi, sebelum checkout, tanya dulu ke diri sendiri, “Aku butuh atau hanya ingin aja?”

BACA JUGA:Zodiak yang Dinilai Boros dalam Pengeluaran Akhir Bulan Desember 2024, Kamu Termasuk?

BACA JUGA:Resep Tumis Udang Cabe Ijo: Sensasi Pedas Gurih yang Menggoda Selera, Bikin Boros Nasi!

3. Dopamin dan Keseruan Berbelanja

Saat kita belanja, otak melepaskan dopamin, zat kimia yang buat kita merasa senang. Tapi sensasi ini bisa buat kita terus mengejar pengalaman belanja berikutnya. Itulah mengapa scrolling aplikasi belanja atau hunting barang wishlist bisa terasa seperti game yang tiada habisnya. Seru sih, tapi dompet jadi korbannya!

4. FOMO

Media sosial sering kali membuat kita merasa perlu mengikuti tren atau gaya hidup tertentu. Teman posting tas baru, kita jadi ingin juga. Influencer pamer gadget canggih, langsung masuk wishlist. Ini semua karena kita tidak mau ketinggalan (fear of missing out). Padahal, kebahagiaan sejati tidak selalu bisa dibeli, loh.

BACA JUGA:10 Tips Top Up Game Anti Boros

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: