Gibran: Meski Digempur Resesi Global Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mampu Bertahan di 5 Persen

Gibran: Meski Digempur Resesi Global Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mampu Bertahan di 5 Persen

JAKARTA,RADARPENA,CO.ID - Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka mengangkat sebuah penegasan menarik terkait pertumbuhan rata-rata ekonomi di Indonesia.

Putra sulung Presiden RI Joko Widodo tersebut mengatakan, bahwa rata-rata pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebesar 5 persen.

Gibran menambahkan, bahwa rata-rata pertumbuhan di angka 5 persen itu dukung oleh angka pengangguran, kemiskinan dan inflasi.

Dikutip dari data Badan Pusat Statistik I(BPS) RI, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak Pemerintahan Jokowi hingga kini.

BACA JUGA:Klarifikasi Menteri Bahlil soal Isu Dikasari Prabowo saat Debat Cawapres: Dia Tanya pada Saya...

Data menunjukkan Kuartal IV 2014 sampai dengan kuartal III tahun 2023, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar di angka 5 persen.

Penegasan Gibran itu dia sampaikan saat mengikuti kegiatan debat KPU RI khusus Calon Wakil Presiden (Cawapres) di Kantor KPU Jumat 22 Desember 2023 lalu.

Gibran melanjutkan, ditengah gempuran resesi global, perang dagang, konflik geopolitik rata-rata pertumbuhan ekonomi kita resilience (Tangguh) diangka rata-rata 5 persen.

Jika demikian penegasan Gibran, bagaimana fakta yang sebenarnya, terkait itu . 

Salah satu peneliti senior Alexander Tjahjadi dari Think Policy mengatakan jika dirujuk dari data Bank Dunia (World Bank), memang dipaparkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia di kurun waktu 10 tahun terakhir ada di angka 4,26 persen Dengan begitu artinya agak susah juga jika di klaim mengalami pertumbuhan di angka 5 persen. 

lain pendapat peneliti, lain pula apa yang disampaikan akademisi, terutama dari Universitas Pendidikan Ganesha.

Sang Dosen  Putu Sukma Kurniawan menegaskan dalam dua dekade terakhir antara tahun 1998 sampai dengan 2022, nilai tengah atau median pertumbuhan ekonomi di Indonesia ada pada angka 5,03 persen.

Sedangkan pada era Presiden Jokowi antara tahun 2015 sampai dengan 2022 pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam keadaan normal ada diangka atau kisaran 4,8 sampai dengan 5,3 persen.

Sementara data memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia  dalam tujuh tahun terakhir  tidak mencapai rata-rata 5 persen. Merujuk data BPS pertumbuhan ekonomi Indonesia  selama lima tahun terakhir adalah sebagai berikut, 2016 5,03 persen, 2017 5,07 persen, 2018 5,17 persen, 2019 5,02 persen, 2020 - 2,07 persen, 2021 3,70 persen dan 2022 531 persen

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: