
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Haji dan umroh adalah dua jenis ibadah yang sering dilakukan umat Islam di Mekah, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Mari kita kupas satu per satu perbedaan, kesamaan, serta manfaat yang bisa diperoleh dari kedua ibadah ini.
1. Rukun Ibadah
Haji dan umroh memiliki perbedaan dalam rukun atau tahapan ibadah yang harus dilakukan:
- Haji: Rukun haji meliputi niat ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sa’i (berjalan di antara Safa dan Marwah), dan mencukur rambut. Wukuf di Arafah adalah komponen yang sangat penting dan hanya dilakukan dalam ibadah haji.
- Umroh: Ibadah umroh lebih sederhana, hanya melibatkan niat ihram, tawaf, sa’i, dan mencukur rambut. Tidak ada wukuf di Arafah dalam umroh.
BACA JUGA:
- Tips Memilih Penyelenggara Ibadah Haji yang Aman dan Terpercaya
- Doa Agar Cepat Naik Haji: Upaya dan Keyakinan untuk Meraih Panggilan Ilahi
2. Waktu Pelaksanaan
- Haji: Waktu pelaksanaan haji sangat spesifik, hanya dapat dilakukan pada bulan Dzulhijjah, terutama antara tanggal 8-12 Dzulhijjah.
- Umroh: Umroh lebih fleksibel dan bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun, tidak terikat waktu tertentu.
3. Makna
- Haji: Haji berarti mengunjungi atau berziarah ke tempat yang agung dengan niat khusus untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu.
- Umroh: Umroh berarti berziarah ke Baitullah (Ka'bah) untuk melaksanakan ritual tawaf, sa’i, dan mencukur rambut.
4. Status Hukum
- Haji: Ibadah haji adalah wajib bagi setiap muslim yang mampu secara fisik, finansial, dan mental. Ini disebut "rukun Islam" kelima.
- Umroh: Umroh tidak wajib, tapi sangat dianjurkan dan bisa dilakukan kapan saja. Meski begitu, umroh tetap memerlukan niat dan persiapan khusus.
BACA JUGA:
- Menyambut Idul Adha dan Ibadah Haji: Memahami Puasa Tarwiyah dan Arafah
- Tips Aman untuk Antisipasi Gangguan Jantung Bagi Jemaah Haji Selama Beribadah
5. Biaya
Biaya untuk haji biasanya lebih tinggi dibandingkan umroh. Ini karena haji melibatkan lebih banyak rangkaian kegiatan dan fasilitas selama periode yang lebih panjang.
6. Kesunnahan dan Kesamaan
Haji dan umroh memiliki beberapa kesamaan dalam aspek syarat wajib, sah, kesunnahan, larangan, dan hal-hal yang membatalkan ibadah:
- Syarat wajib seperti harus beragama Islam, baligh (dewasa), berakal sehat, merdeka, dan mampu secara fisik dan finansial.
- Kesunnahan dalam ibadah ini seperti melakukan beberapa amalan yang dianjurkan, yang bisa menambah pahala namun tidak wajib.
7. Larangan dalam Haji dan Umroh
Selama pelaksanaan haji dan umroh, ada beberapa larangan yang harus dihindari agar ibadah tetap sah:
- Hubungan seksual: Dilarang selama ihram karena bisa membatalkan ibadah.
- Pakaian berjahit bagi laki-laki: Tidak boleh mengenakan pakaian berjahit selama ihram.
- Memotong atau mencabut rambut: Melakukan ini saat ihram bisa membatalkan ibadah.
- Memotong kuku: Juga dilarang selama ihram.
- Menggunakan wangi-wangian: Tidak diperbolehkan selama ihram.
- Membunuh binatang buruan: Kecuali jika binatang tersebut membahayakan.
- Bercumbu rayu: Juga tidak boleh karena bisa mengurangi pahala.
- Berbuat fasik, berdebat, dan berkelahi: Hal-hal ini juga bisa menggugurkan pahala ibadah.