Penyakit Lambung: Menyelami Sumber Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Minggu 10-09-2023,08:45 WIB
Reporter : Reza Fahlevi
Editor : Reza Fahlevi

Penyebab Penyakit Lambung - Kesehatan yang baik adalah kunci utama kebahagiaan dan kualitas hidup yang tinggi. Salah satu hal yang mempengaruhi kesehatan kita adalah kondisi lambung.

Penyakit lambung merupakan masalah kesehatan yang umum di masyarakat dan dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang.

Artikel ini akan membahas penyakit lambung, termasuk penyebab, gejala, dan pengobatannya.

Lambung adalah organ berbentuk kantung yang terletak di bagian atas perut. Fungsinya adalah mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh dengan bantuan asam lambung dan enzim.

Namun, lambung juga dapat terpengaruh oleh berbagai kondisi yang menyebabkan gangguan pada keseimbangan asam dan enzimnya.

Beberapa penyakit yang umum terjadi pada lambung adalah tukak lambung, gastritis, dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

BACA JUGA:

Tukak Lambung adalah luka atau borok yang terbentuk di lapisan dinding lambung atau bagian atas usus halus.

Penyebab utama tukak lambung adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) dan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dalam jangka panjang.

Gejala yang umum dialami penderita tukak lambung adalah nyeri perut, mulas, mual, muntah, dan perdarahan yang terkadang dapat mengakibatkan anemia.

Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung yang dapat disebabkan oleh infeksi H. pylori, penggunaan obat-obatan tertentu, konsumsi alkohol berlebihan, stres, atau gangguan autoimun.

Gejala gastritis meliputi nyeri atau terbakar pada perut bagian atas, mual, muntah, gangguan pencernaan, dan kadang-kadang muntah darah atau tinja berwarna hitam.

Refluks Gastroesofageal (GERD) adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus), menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn) dan gejala lain seperti regurgitasi, batuk, atau kesulitan menelan.

BACA JUGA:

Penyebab GERD dapat berkisar dari kelemahan pada otot sfingter esofagus bawah hingga obesitas. Kondisi ini, jika tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan esofagus dan meningkatkan risiko kanker esofagus.

Kategori :